Cara Menggunakan EaseUS Partition Master, Software Partisi Hardisk Serba Mudah

Dengan menggunakan EaseUS Partition Master Profesional, partisi hardisk kini jadi lebih mudah. Ikuti cara ini untuk mempartisi hardisk komputer anda.

Kolom Gadget – Partisi  hardisk, saya rasa semua orang yang mengerti tentang komputer tau apa itu partisi. Dengan partisi, kita bisa mengelola penyimpanan hardisk komputer untuk mengatur file-file yang akan kita simpan di hardisk. Software yang bisa digunakan untuk melakukan ini pun beranekaragam, namun siapa yang terbaik lain lagi ceritanya.

Dalam hal ini, saya selalu menggunakan EaseUS Partition Master, salah satu software rekomendasi karena selain memiliki banyak fitur, juga mudah digunakan. Software yang memiliki banyak fitur biasanya makin ribet digunakan, namun tidak berlaku bagi EaseUS Partition Master. Meski penuh fitur, software ini tetap ramah pengguna bahkan untuk ukuran sekelas newbie sekalipun.

Apa itu Partisi?

Apa itu PartisiJika kalian masih  belum mengerti tentang apa itu partisi. Berikut saya jelaskan. Partisi itu ibarat sekat dalam kamar. Jika kalian menyewa satu kamar kost ukuran 5×5, maka kalian hanya akan mendapat satu ruangan saja. Namun jika kalian mempartisi (membuat sekat) kamar tersebut, maka kamar kost yang awalnya hanya punya satu ruangan itu jadi memiliki dua ruangan. Tapi tetap, ukuran kamar kost tersebut tetap sama yaitu 5×5.

Partisi hardisk pun sama seperti sekat itu. Kalian membeli satu hardisk ukuran 1TB. Namun saat kalian akan memasangnya di komputer, kalian bisa membuat sekat (partisi) hardisk tersebut menjadi dua, misalnya 200GB untuk Local Disk C, 300GB untuk Local Disk D, dan 500GB untuk Local Disk E.

Ada banyak kegunaan partisi yang bisa kita dapatkan. Misalnya, jika kalian ingin menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer yaitu Windows dan Linux, maka kalian bisa partisi hardisk kalian. Ada banyak fungsi partisi lainnya yang tidak bisa disebutkan disini.

Untuk mempartisi hardisk, kita harus menggunakan alat pihak ketiga, karena Microsoft tidak menyertakan fitur ini dalam sistem operasi Windows miliknya. Alat partisi pihak ketiga biasanya bisa melakukan banyak hal berkaitan dengan partisi seperti mengubah size partisi, memindahkan, hingga menggabungkan partisi.

Ada banyak software yang bisa melakukan hal ini. Namun dari sekian banyak software yang tersedia di luar sana, saya merekomendasikan EaseUS Partition Master.

Kenapa Harus EaseUS Partition Master?

EaseUS Partition Master adalah software manajer partisi yang bisa memudahkan kalian dalam mempartisi hardisk. Bukan hanya berfitur lengkap, software ini juga mudah digunakan. Selain itu, software ini juga tersedia gratis alias Free. EaseUS Partition Master Free pada dasarnya membawa fitur-fitur dasar dalam mempartisi, yaitu:

  • Membuat partisi (create)
  • Mengubah ukuran / kapasitas partisi (Resize)
  • Memindahkan partisi (Move)
  • Menyalin disk/partisi (Copy)
  • Menggabungkan partisi (Merge)
  • Menghapus partisi (delete)
  • Menyembunyikan partisi (hide)
  • Wipe partisi
  • Memeriksa partisi
  • Explore partisi

Itulah semua fitur dasar dari EaseUS Partition Master Free. Fitur-fitur dasarnya sudah lengkap, namun saya merekomendasikan untuk upgrade ke versi berbayar jika ingin mendapatkan fitur yang lebih lengkap. Ada beberapa versi berbayar yang disediakan yaitu edisi Profesional, edisi Server dan edisi Unlimited. Apa saja fitur-fitur versi berbayar? Versi berbayar berfitur semua fitur-fitur edisi Free diatas, namun ditambah dengan fitur eksklusif dibawah ini:

  • Resize dynamic volume
  • Mengkonversi MBR ke GPT (atau sebaliknya)
  • Kapasitas hardisk sampai 16TB (versi gratis hanya 8GB)
  • Migrasi sistem operasi ke SSD / HDD baru
  • Support Spaces Windows Storage
  • Mendukung WinPE bootable disk
  • Support command line
  • Kalian juga akan mendapatkan dukungan teknis dari tim EaseUS

Lah, apa bedanya masing-masing edisi berbayar? Yang edisi pro tidak mendukung Windows Server 2003/2008/2012, sementara edisi Server dan Unlimited sudah mendukung. Selain itu, edisi unlimited cocok digunakan untuk skala perusahaan karena bisa di instal di banyak komputer, hal yang sama tidak berlaku untuk edisi Pro dan Server.

Berkenalan dengan EaseUS Partition Master Profesional

Saat kalian membuka software ini, antarmuka akan dibagi beberapa bagian. Berikut ini pembagiannya.

  1. Ini adalah Menu Bar, berisi menu utama dari software EaseUS Partition Master
  2. Ini adalah Toolbar berisi tombol utama yang biasa atau paling umum digunakan untuk operasi partisi.
  3. Ini adalah alat atau menu Operasi, berisikan menu-menu atau peralatan yang bisa kamu gunakan untuk operasi software ini. Saat kamu mengklik disk yang ada, menu yang berbeda mungkin akan tampil.
  4. Bagian ini menunjukkan disk yang terhubung ke komputer. Bukan hanya hardisk internal berikut partisinya saja yang akan ditampilkan, tapi juga flashdisk, hardisk eksternal, dan sebagainya.
  5. Ini adalah gambar grafik dari kapasitas masing-masing partisi / disk yang sudah ada berikut kapasitasnya. Kamu bisa menggeser ke kiri dan kanan untuk menentukan berapa size dari partisi baru yang akan kamu buat disini.

 

Cara Mempartisi Hardisk dengan EaseUS Partition Master

Jadi, saya sendiri disini menggunakan edisi Pro (EaseUS Partition Master Profesional). Jadi langsung saja, cara mempartisi hardisk menggunakan Partition Master Profesional. Disini, saya hanya akan menjelaskan cara mempartisinya saja. Karena jika semua fitur dijelaskan bisa 30 bab jadinya. Berikut tutorialnya:

Disini saya akan mempartisi hardisk eksternal saya. Kok eksternal? Selain Cuma untuk contoh, juga karena hardisk internal saya sudah sekarat 😛 . Sebenarnya disk F itu hardisk internal, hanya saja saya pakaikan enclosure supaya bisa jadi hardisk eksternal. Ya, intinya kalau kalian mau mempartisi disk nanti, pilih disk internal.

  1. Buka EasUS Partition Master
    EaseUS Partition Master Professional 10
  2. Pilih disk yang akan kalian partisi, disini saya akan mempartisi disk F, jadi saya pilih disk F. Saat kalian memilih disk yang akan dipartisi, lihat pada bagian bawahnya, disk yang akan kalian partisi akan ditandai dengan backgroud warna biru.
    EaseUS Partition Master Professional 3
  3. Dibawahnya, anda bisa geser kapasitas disk yang akan kita partisi sesuai yang kita butuhkan.
    EaseUS Partition Master Professional 4
  4. “Calon” partisi baru akan bertuliskan Unallocated. Disini saya akan alokasikan 50.60GB dari total kapasitas hardisk (1TB) untuk disk baru.
    Pada Unallocated tadi, klik kanan lalu pilih Create Partition.
  5. Pada Unallocated tadi, klik kanan lalu pilih Create Partition.
    Pada Unallocated tadi, klik kanan lalu pilih Create Partition.
  6. Akan muncul jendela baru bertuliskan “Please specify the size and the…”. Disini ada beberapa isian yang bisa kamu tentukan. Namun hanya beberapa yang penting, yaitu:
    Partition Label: anda harus menuliskan nama drive yang akan jadi partisi baru nanti. Misalnya: “Local Disk”.
    Drive Letter: pilih disk-nya ingin diberi huruf. Nanti bakal tertulis setelah nama. Karena saya tadi menuliskan nama disk “Local Disk”, maka saat sudah jadi disk barunya akan bernama “Local disk (G:)”. Baiknya biarkan saja sistem yang menentukan, jadi biarkan apa adanya.
    Create As pilih apakah disk baru ingin dibuat jadi Logical atau Primary
    Decide size and position: adalah ukuran yang tadi sudah kita atur. Kita bisa mengatur ulang jika memang ingin mengubahnya, atau tidak perlu di ubah jika sudah yakin.
    Akan muncul jendela baru bertuliskan “Please specify the size and the…”. Disini ada beberapa isian yang bisa kamu tentukan. Namun hanya beberapa yang penting, yaitu:
  7. Jika semua sudah benar, klik tombol OK.
  8. Nah, perhatikan disk yang tadinya bertuliskan Unallocated berubah jadi Local Disk G.
    EaseUS Partition Master Professional 8
  9. Selanjutnya, untuk menyelesaikan partisi ini, klik tombol Apply diatas kiri.
    EaseUS Partition Master Professional 9
  10. Notifikasi Apply Changes bertuliskan pesan “2 operations are currently pending, apply changes now” akan muncul. Klik Yes.
  11. Notifikasi baru muncul lagi bertuliskan “One or more of the…” yang artinya meminta kamu untuk merestart komputer. Klik Yes.
  12. Proses partisi akan berjalan, tunggu hingga selesai. Jika sudah selesai laptop akan reboot atau restart.
  13. Cek apakah partisi atau disk baru sudah dibuat. Buka File Explorer dan lihat disk baru yang telah kamu buat ada disana atau tidak.

Tutorial bergambar bisa anda lihat galeri dibawah:

Untuk mempartisi saja sebenarnya bisa kalian lakukan menggunakan Partition Master Free edition, tapi jika kalian melihat fitur barunya kalian mungkin tertarik upgrade ke Pro.

Download EaseUS Partition Master Free disini. Atau kamu bisa download EaseUS Partition Master Profesional disini dan mendapatkan semua fitur premiumnya.

Atau jika kalian sudah menginstal versi Free, kalian tidak perlu mendownload lagi versi Profesionalnya. Karena kalian cukup masukkan lisensi kalian ke EaseUS Partition Master Free Edition, maka versi Free akan berubah menjadi versi Pro lengkap dengan fitur-fitur yang tak akan kalian dapatkan di versi Free, jadi lebih hemat kuota kan?

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *