Apple Berkelit Soal Masalah Pada Baterai MacBook Pro Terbaru

Menanggapi tudingan bahwa MacBook Pro terbaru bermasalah pada baterainya, Apple menepis tudingan tersebut.

Kolom Gadget – Dilaporkan sebelumnya bahwa Consumer Reports tak memasukkan laptop terbaru Apple, yaitu MacBook Pro (2016) sebagai laptop rekomendasi. Alasannya, baterai laptop ini kurang stabil. Pada pengujian pertama, baterai laptop MacBook Pro memang mampu bertahan selama 19 jam, namun menurun pada pengujian kedua dan ketiga. Itulah sebabnya Consumer Reports tak memasukkan MacBook Pro terbaru sebagai produk rekomendasi, yang merupakan kali pertama dilakukan oleh Consumer Reports.

Terkait hal ini Apple, perusahaan yang memproduksi MacBook Pro membantah tudingan tersebut. SVP Marketing Apple Phil Schiller mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa pengujian Consumer Reports tidak dilakukan secara mendalam, seperti Apple melakukannya di laboratorium pengujian mereka. Untuk mengetahui alasan dibalik hasil pengujian Consumer Reports yang bervariasi dan cenderung menurun, Apple akan bekerjasama dengan Consumer Reports.

Sementara itu Consumer Reports mengatakan bahwa  hal ini bukan hanya dialami oleh Consumer Reports yang melakukan pengujian terhadap tiga model MacBook Pro terbaru, melainkan juga laporan dari beberapa pengguna. “Apple menyebut komputer-komputer ini bisa beroperasi lebih dari 10 jam, namun sejumlah konsumen di forum dukungan Apple melaporkan mereka cuma bisa menggunakan laptopnya selama 3-4 jam sebelum baterainya habis,” kata Consumer Reports.

Anehnya, tak lama setelah MacBook Pro dirilis, Apple justru menghilangkan penanda sisa baterai MacBook Pro melalui pembaruan perangkat lunak terakhirnya. Penanda ini biasanya muncul di kanan atas layar. Menurut informasi, langkah ini dilakukan Apple setelah perusahaan menerima banyak sekali keluhan soal baterai dari pengguna MacBook Pro terbaru itu, demikian seperti dilansir dari TechCrunch.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *