Bukan Note 7, Samsung Galaxy A3 Ini Terbakar di Indonesia

Seorang ibu melaporkan bahwa ponsel Samsung Galaxy A3 miliknya terbakar dan melukai anaknya. Padahal ponsel tersebut tidak sedang di charger.

Samsung sedang mendapatkan sorotan dunia. Tak lain karena Samsung Galaxy Note 7 yang bisa dianggap cacat produksi baterainya. Ini membuat phablet flagship tersebut beresiko meledak atau terbakar, bahkan dalam beberapa kasus mencelakai pemiliknya. Namun belum lagi habis masalah Galaxy Note 7, kasus serupa terjadi di Indonesia. Meskipun kali ini bukan menimpa Galaxy Note 7, melainkan Samsung Galaxy A3 (keluaran 2015).

Dialami oleh seorang ibu rumah tangga bernama Vera Devona, ponsel Samsung Galaxy A3 miliknya terbakar pada Senin (19/9/2016). Saat itu, sekitar pukul 18:30 ponsel Galaxy A3 yang sedang dipegang oleh anaknya tiba-tiba berasap. Ponsel tersebut lantas mengeluarkan bau terbakar.

Kejadian ini melukai anaknya yang saat itu sedang bermain dengan ponsel tersebut. Menurut keterangannya, Samsung Galaxy A3 tidak dalam kondisi di charger. Koneksi data seluler dan jaringan ponsel tersebut juga dalam kondisi mati. Ia lantas membuang ponsel tersebut ke lantai sebelum membakar kasur yang bisa saja menghanguskan rumahnya.

Vera juga memposting beberapa foto Samsung Galaxy A3 miliknya yang telah terbakar tersebut ke media sosial Facebook. Melihat posisi hangus pada ponsel tersebut, masalah sepertinya berasal dari baterai. Melihat gambar teardown yang ada di situs iFixit.

Vera yang mengalami kejadian itu sudah menghubungi CS Samsung, Dewi ke nomor 08001128888. Namun menurut Vera, CS yang berbicara dengannya tidak membuat berita acara dan justru menyarankan Vera untuk menghubungi CS resmi Samsung. Ia kemudian mendatangi CS Samsung di Mall Ambassador untuk mendapatkan berita acara resmi, meski sayangnya hasilnya tetap nihil.

Ia menjelaskan bahwa saat melaporkan kejadian tersebut, CS mengatakan kalau baterai ponsel Samsung Galaxy A3 miliknya dalam kondisi sudah gembung. Ia bertanya-tanya, dalam kondisi ponsel sudah hangus terbakar, bagaimana bisa CS tersebut mengatakan jika baterai ponselnya dalam kondisi gembung? CS tersebut bahkan menyodorkan angka Rp 3 juta untuk mengganti ke ponsel baru.

Tidak seperti di mancanegara, banyak vendor di Indonesia kebanyakan mengesampingkan laporan seperti ini dan tidak ada tindak lanjut sama sekali. Tidak seperti di negara lain seperti Amerika Serikat. Laporan ponsel terbakar biasanya mendapatkan tanggapan serius dari cabang vendor di sana. Ini tampaknya menjadi rapor buruk bagi pelayanan Samsung.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *