Belum Mati, Microsoft Luncurkan Nokia 216 Berfitur Standar

Microsoft baru saja meluncurkan Nokia 216. Setelah menjual lisensi ke Foxconn ternyata Microsoft masih bisa membuat featured phone.

Kolom Gadget – Tahun 2016 menjadi kemunduran yang besar bagi Microsoft. Setelah penjualan Lumia yang kian menurun, Microsoft memutuskan untuk tidak lagi memproduksi smartphone Lumia. Microsoft bahkan menjual lisensi featured phone Nokia ke Foxonn. Namun bisnis ponsel Microsoft belum mati, perusahaan ini kembali meluncurkan ponsel berfitur standar, Nokia 216.

Sebagai featured phone, Nokia 216 menawarkan fitur yang biasa-biasa saja. Sebut saja layar LCD berwarna seluas 2,4 inci beresolusi 320 x 240 piksel. Ponsel ini juga membawa kamera VGA yang bisa merekam video pada 15fps yang didampingi lampu flash LED. Kamera ada di dua posisi, depan dan belakang.

Sistem operasinya, ponsel ini menjalankan Series 30+. Untuk berinternet ria pun pengguna bisa mengandalkan browser dari Opera Mini. Selain itu tersedia pula beberapa aplikasi Opera lainnya seperti Opera Mobile Store.

Untuk memori, pengguna bisa mengandalkan memori penyimpanan microSD hingga 32GB untuk menampung file. Selain itu ada pula memori RAM 16MB. Memori buku telepon bisa menyimpan kontak hingga 2000 kontak. Sedangkan baterainya berkapasitas 1.020mAh.

Spesifikasi lainnya termasuk Bluetooth 3.0, radio FM, jack headphone 3.5mm dan port microUSB 11. Ponsel ini berdimensi 118 x 50,2 x 13.5mm dengan bobot 82,6 gram. Bekerja di spektrum GSM 900MHz dan 1800MHz.

Microsoft akan menjual Nokia 216 di India dengan harga INR 2.495 (sekitar Rp 489 ribu) yang tersedia dalam pilihan warna putih, hitam dan mint.

Nokia sendiri sudah mengumumkan bahwa mereka akan kembali menjual ponsel akhir tahun ini. Hanya saja tidak seperti di masa kejayaannya dimana mereka melakukannya sendiri, kali ini Nokia akan bekerjasama dengan Foxconn dan HMD Mobile untuk memproduksi dan memasarkan smartphone Nokia bersistem operasi Androidd. Sementara Microsoft memutuskan untuk tidak lagi menjual ponsel bermerek Lumia, dan beralih ke Surface Phone.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *