Tokopedia Penipu? Ini Penjelasannya (Berdasarkan Pengalaman)

Banyak orang bertanya-tanya apakah Tokopedia penipu atau bukan. Disini akan dijelaskan berdasarkan pengalaman tentang  hal itu.

Kolom Gadget – Sudah menjadi rahasia umum kalau internet, selain membawa banyak manfaat buat penggunanya, juga membawa manfaat buat para pelaku kejahatan, termasuk penipu. Tidak sedikit orang yang mengalami pengalaman tidak menyenangkan dari internet karena tertipu.

Misalnya saja toko online yang menjual smartphone dengan banting harga ‘sampai miring’, bahkan jauh berada dibawah pasaran. Namun setelah berkomunikasi dengan penjualnya, dan uang kita transfer, ponsel tak kunjung datang, penjual justru menghilang. Dengan kejadian seperti ini, banyak orang merasa kapok dan tidak ingin lagi bertransaksi secara online.

Namun belakangan kita sering mendengar promosi jor-joran dari beberapa marketplace, atau toko online tempat berkumpulnya para penjual. Salah satu misalnya adalah Tokopedia. Toko online ini bahkan mengklaim kalau mereka adalah toko online terpercara dan aman.

Anda tentu sudah sangat sering mendengar toko online yang satu ini dalam iklan baik iklan di televisi maupun internet. Pertanyaannya, apakah Tokopedia penipu seperti kebanyakan toko online lainnya? Atau benar-benar toko online yang benar-benar menjual?

Disini saya mencoba untuk bercerita pengalaman pribadi. Saya mungkin sudah ratusan kali membeli barang di Tokopedia. Saking banyaknya sampai tak terhitung jumlahnya. Barang yang saya beli pun bermacam-macam seperti ponsel, walkman, jam tangan, pakaian, router, dan berbagai macam barang lainnya. Jadi, dengan sedemikian banyaknya transaksi saya di Tokopedia, apakah saya pernah tertipu? Jawabannya tidak! Saya tidak pernah mengalami kerugian apapun dari segi keuangan, termasuk tidak pernah tertipu.

Berarti Tokopedia Bukan Penipu dong?

Saya tidak bilang Tokopedia 100% aman, namun saya juga tidak bilang kalau tokopedia itu penipu. Jadi, Tokopedia itu adalah marketplace. Marketplace ini adalah tempat berkumpulnya para penjual dan pembeli untuk bertransaksi jual beli. Jika di ibaratkan di dunia offline, marketplace itu sama dengan mall atau plaza. Di plaza, ada banyak toko yang berkumpul dalam satu atap. Dan kita bisa dengan mudah menemukan barang yang kita cari melalui mall atau plaza ini.

Nah, marketplace pun begitu juga. Ini adalah tempat dimana toko dan atau para penjual berkumpul menjajakan barang dagangannya, dan kita sebagai konsumen bisa membelinya. Tokopedia sendiri adalah salah satu marketplace yang ada di Indonesia. Jadi artinya, Tokopedia itu sama dengan mall atau plaza, namun lapaknya melalui situs di internet, bukan bangunan fisik.

Nah, penjual/toko yang ada di Tokopedia ini tidak semuanya jujur, ada juga penjual/toko penipu yang memajang produk di etalase dengan tujuan menjaring korban. Namun, saya berani bilang kalau kebanyakan penjual/toko online di Tokopedia itu adalah toko yang jujur. Jumlah toko penipu sangat sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan toko yang benar-benar jujur.

Lalu, Apakah Mungkin Terjadi Penipuan di Tokopedia?

Jawabannya hampir tidak mungkin. Saya bilang seperti itu karena Tokopedia memiliki sistem “rekening bersama”. Rekening bersama ini adalah layanan pembayaran pihak ketiga yang disediakan oleh Tokopedia secara gratis, yang juga berfungsi untuk mengamankan transaksi anda sebagai konsumen dengan penjual.

Cara Kerja Rekening Bersama

Jadi di Tokopedia, transaksi melibatkan tiga pihak yaitu Anda sebagai konsumen (1), penjual/toko (2), dan Tokopedia (3) sebagai penyedia rekening bersama. Saat anda (1) membeli barang dari penjual (2), anda akan diminta untuk mentransfer uang. Namun uang yang anda transfer ini tidak akan langsung masuk ke rekening penjual (2), melainkan masuk ke rekening Tokopedia (3).

Nah, disinilah peran Tokopedia masuk. Layanan Rekening Bersama Tokopedia (3) ini akan menahan uang anda terlebih dahulu sebelum masuk ke rekening penjual (2). Selama uang ini ditahan, maka penjual (2) harus mengirimkan barang yang anda beli kepada anda (1) sesuai alamat yang anda berikan.  Pengiriman bisa melalui jasa pengiriman seperti JNE, Tiki, POS, Go-jek dan sebagainya.

Nah, uang ini akan terus di tahan oleh Tokopedia (3) sampai barang yang anda beli anda terima dari kurir (jasa pengiriman). Setelah barang anda (1) terima dan sesuai dengan yang anda beli, maka barulah anda konfirmasi ke Tokopedia (3) bahwa barang yang anda beli sudah diterima. Setelah Tokopedia (3) menerima konfirmasi dari anda, barulah Tokopedia meneruskan/memberikan uang anda kepada penjual. Dengan cara seperti ini, penipuan bisa ditekan.

Tip: Untuk mengkonfirmasi bahwa barang yang anda beli sudah sampai di tangan anda, bisa melalui tombol konfirmasi yang ada di invoice oderan anda di Tokopedia.

Jadi intinya, sistem Rekening Bersama ampuh melindungi anda (konsumen) dari penipuan karena uang akan ditahan oleh Tokopedia sampai barang anda terima. Jika barang yang anda beli sudah sampai di tangan anda, barulah Tokopedia memberikan uang tersebut kepada penjual.

Namun anda juga disarankan agar tetap berhati-hati dan teliti jika menemukan keanehan dari transaksi anda di Tokopedia, karena ada beberapa kasus dimana penipuan tetap terjadi di Tokopedia.

Penipuan yang tetap terjadi di Tokopedia biasanya karena konsumen (biasanya yang masih awam) diminta oleh penjual untuk mentransfer langsung ke rekening penjual tanpa melalui layanan Rekening Bersama Tokopedia. Dan konsumen yang tidak tau apa-apa ini oke-oke saja, padahal mereka bisa saja tertipu.

Kemungkinan lain terjadi penipuan di Tokopedia adalah karena pishing. Menurut Wikipedia, pishing adalah suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang tepercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik atau pesan instan.

Contoh Kasus Penipuan di Tokopedia Menggunakan Phising

Nah, biasanya kasus pishing ini banyak digunakan untuk menipu seseorang. Kebanyakan terjadi saat konsumen kurang jeli. Contoh kasusnya, misalnya anda baru saja mengorder barang, katakanlah ponsel Samsung. Uang sudah anda transfer ke Rekening Bersama Tokopedia, dan penjual memproses pembelian anda.

Namun setelah membeli barang, dan orderan anda di Tokopedia di proses oleh penjual, tiba-tiba anda menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai admin/pegawai/tim Tokopedia. Orang ini meminta informasi kredensial (username/email dan password) akun Tokopedia anda dengan alasan tertentu. Konsumen yang kurang jeli mungkin akan memberikan begitu saja data kredensial ini. Padahal, orang yang mengaku sebagai karyawan Tokopedia ini bisa saja adalah si penjual (penipu) yang barang dagangannya anda beli tadi, namun menggunakan akun lain dan mengklaim/mengaku dirinya sebagai karyawan Tokopedia.

Karena data kredensial anda sudah berhasil didapat oleh penjual, maka penjual bisa saja masuk ke akun Tokopedia anda dan mengkonfirmasi begitu saja orderan anda tadi. Hasilnya, Tokopedia mengirimkan uang anda ke penjual meski anda belum menerima barang yang anda beli.

Tentu saja, ini hanyalah salah satu dari banyaknya contoh kasus phising di Tokopedia. Sementara penipu itu sendiri memiliki berbagai cara untuk memuluskan aksi phising-nya.

Jadi Intinya, Tokopedia Penipu atau Bukan?

Tokopedia bukanlah toko online penipu, karena sistem Rekening Bersama akan melindungi konsumen. Namun agar kasus penipuan atau pishing tidak menimpa anda, pastikan anda memperhatikan hal dibawah ini:

  1. Jangan memberikan kredensial akun Tokopedia (email/username dan password) anda kepada siapapun termasuk karyawan/tim Tokopedia.
  2. Setelah anda mengorder barang di Tokopedia, dan barang tersebut belum anda terima, jangan pernah sekali-kali mengklik link mencurigakan yang dikirimkan seseorang melalui pesan di Tokopedia.
  3. Hanya melakukan pembayaran melalui Rekening Bersama Tokopedia (transfer ke rekening Tokopedia).
  4. Ada tips lain menghindari pishing atau penipuan di internet, khususnya Tokopedia? Silahkan sharing melalui formulir komentar dibawah.

Sekian penjelasan dari saya mengenai apakah Tokopedia penipu atau bukan, termasuk cara menghindari penipuan atau pishing di Tokopedia. Karena tidak ada sistem yang 100% aman di dunia ini. Bahkan perusahaan teknologi sekelas Google saja pernah diretas oleh hacker (hacker asal China). Semoga bisa mencerahkan anda mengenai kabar Tokopedia penipu dan tips yang diberikan diatas bisa bermanfaat untuk anda.

5 Comments
  1. ming
    • Friska
  2. Rita
  3. Montery Darwin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *