[Review] Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Dikantong Aman, Digenggam Nyaman

Meja kerja KolomGadget.com baru saja kedatangan satu smartphone Asus, Zenfone 2 Laser ZE500KL. ZE500KL merupakan salah salah satu varian dari Asus Zenfone 2, dan merupakan saudara kembar dari model ZE500KG. Perbedaannya, ZE500KL kameranya sudah 13MP/5MP, dan memorinya RAM 2GB/16GB ROM. Sedangkan ZE500KG hanya memiliki kamera 8MP/5MP. Ah, meskipun tertulis 16GB, kapasitas total memori internal yang benar-benar bisa anda gunakan kurang lebih hanya 10GB. Sistem menggunakan memori internal sebanyak 5.62GB.

Ponsel ini dibeli di salah satu marketplace yang ada di tanah air, dengan harga Rp 1.950.000, belum termasuk ongkos kirim Rp 50.000, harga yang tergolong cukup terjangkau. Berat kemasan termasuk ponsel 305 gram, dan berat ponsel itu sendiri 145 gram termasuk baterai, belum termasuk kartu SIM dan microSD.

What’s in the Box?

Jadi, Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG dikemas dalam kotak kemasan yang menarik, dengan gambar ponsel yang ada didalamnya, tentu menambah daya tarik ponsel ini. Jika dibandingkan dengan kotak kemasan dari ponsel lain, seperti Xiaomi yang kebanyakan polos, Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG tentu lebih menarik konsumen. Namun beda perusahaan tentu beda strategi bisnisnya. Sementara ilustrasi menjadi bagian dalam promosi Asus, Xiaomi lebih menekankan pada harga jualnya yang murah.

Jadi, ada apa saja didalam kotak kemasannya?

– Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG
– Adapter (kepala charger)
– Kabel USB
– Buku kartu jaminan
– Buku panduan penggunaan

Sangat disayangkan karena tidak ada handsfree didalamnya, namun itu dilakukan untuk menekan harga jual ponsel ini. Selain itu, buku petunjuk juga hanya berisi beberapa lembar saja. Asus sepertinya mengerti bahwa tak banyak orang mau repot-repot membaca buku petunjuk, sehingga perusahaan ini memilih untuk meniadakan kitab-kitab yang hanya buang-buang uang saja.

Plus: Kemasan menarik dengan gambar ilustrasi dari ponsel itu sendiri.
Minus: Isi kemasan terbilang biasa saja, tak ada yang “wah,” termasuk tak ada handsfree.

What's in the box Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

Desain Anti-Mainstream

Semenjak masa keemasan Nokia berakhir, dimana kita memasuki era ponsel touchscreen (layar sentuh), kebanyakan desain ponsel (khususnya Android) mulai menunjukkan kemiripan satu sama lain, padahal lahirnya dari “rahim” yang berbeda sehingga memiliki DNA yang berbeda pula. Kebanyakan berbentuk persegi, layar memenuhi hampir seluruh sisi depannya, desain kamera yang kalau tidak persegi ya berbentuk bulat, tombol kapasitif atau fisik (jika fisik kalau tidak bulat ya persegi lagi). Jadi, bisa dibilang antara satu smartphone dengan yang lain ya itu-itu saja, dengan secuil perbedaan.

Sisi Depan

Asus Zenfone 2 Laser hadir dengan membawa desain yang lebih segar. Ponsel ini di sisi depannya saja sudah terlihat tidak mainstream, meski masih ada beberapa kemiripan dengan ponsel lain. Di sisi depan selain terdapat layar sentuh, terdapat tiga tombol kapasitif yaitu tombol back dan layar/aplikasi terkini mengapit tombol home. Namun sayangnya, tombol kapasitif ini tidak memiliki lampu backlight sehingga mengurangi skor positif ponsel ini.

Dibawah tombol kapasitif tersebut ada bidang kosong yang saya sendiri kurang yakin menyebutnya dengan apa, namun ada efek hologram yang membiaskan cahaya, sehingga seolah-olah tampak bersinar. Ini menambah skor positif untuk Zenfone 2 Laser. Sementara pada bagian atasnya kita bisa melihat grill speaker tepat berada diatas logo “ASUS,” dengan bulatan kecil di sisi kanan atas yang merupakan kamera depan, dan lampu notifikasi di sisi kiri atasnya.

 

Sisi Belakang

Nah, disisi belakang kita kembali menemukan sesuatu yang berbeda. Formasi kameranya bisa dibilang disusun secara rapi. Modul kamera utama diapit oleh laser autofocus di sebelah kanan, dan lampu flash. Sementara di sisi bawahnya terdapat tombol volume, yang lagi-lagi menggunakan efek hologram.

Logo Asus ada di tengah-tengah cover belakangnya yang bisa dilepas, dan logo Zenfone ada di sisi bawah, tepat berada diatas grill speaker.

Bahan cover belakang secara keseluruhan terbuat dari plastik yang cukup lentur, dengan motif garis-garis. Saat digenggam, anda yang memiliki tangan berminyak tidak perlu khawatir slip karena ponsel ini cukup kasar di sisi belakangnya. Selain itu, bentuk covernya juga melengkung, sesuai dengan kontur telapak tangan kita, sehingga nyaman dipegang.

Sisi-sisi

Sisi kanan dan kiri ponsel ini polos tanpa ada frame, atau tombol-tombol. Asus menempatkan tombol volume di sisi belakang, dan tombol daya di sisi atas ponsel ini bersama dengan jack headphone 3.5mm. Sementara di sisi bawahnya ada port microUSB v2.0. Namun ada satu lubang di sisi kanan ponsel yang mempermudah kita membuka cover belakangnya menggunakan kuku, yang sayangnya mudah sekali sompel/cacat terkena kuku.

Saat cover belakang dibuka, ada dua slot SIM dan satu slot microSD. Kain pelapis speaker sangat tipis dan mudah robek. Selain itu tombol volume juga sedikit goyang. Finishing ponsel ini juga sedikit kurang rapi, karena terdapat tonjolan-tonjolan kecil di sisi-sisinya, namun jumlahnya memang sangat sedikit dan tidak bisa terlihat dengan mudah jika tidak benar-benar diperhatikan.

Plus:
– Desain anti-mainstream alias cukup berbeda dibandingkan kebanyakan ponsel lain.
– Nyaman dalam genggaman
– Tombol-tombol mudah dijangkau, hanya dengan jari telunjuk.

Minus:
– Tombol kapasitif tidak ada backlight.
– Cover belakang berbahan plastik yang mudah tergores, bahkan gampang cacat saat kita membuka cover belakangnya.
– Finishing sedikit kurang rapi

Layar

Layar Asus Zenfone 2 Laser membentang seluas 5 inci dengan resolusi HD (720 x 1280 piksel). Poin plus untuk ponsel ini, Asus telah menggunakan Gorilla Glass 4 sehingga layarnya tangguh dan lebih tahan terhadap goresan.

Sayangnya, layarnya ini menjadi sarangnya bekas sidik jari. Jari jemari anda akan dengan mudah meninggalkan bekas sidik jari. Sehingga meski layarnya sudah tangguh, lebih direkomendasikan agar anda menggunakan screen protector agar layar ponsel ini tidak mudah kusam. Rasio layar dengan bodi juga terbilang tebal. Tebalnya bezel ponsel ini terlihat jelas saat layar menyala.

Layar Zenfone 2 Laser memiliki bidang pandang yang luas, dan tampilannya juga bagus. Anda bisa dengan mudah mengatur kecerahan, lebih mudah lagi karena sudah ada sensor cahaya sehingga akan secara otomatis mengatur tingkat kecerahan layar. Fitur layar lainnya bisa anda temukan di aplikasi Splendid.

Plus:
– Corning Gorilla Glass 4
– Layar responsif

Minus:
– Bezel tebal
– Mudah kotor disebabkan bekas sidik jari

Sistem dan Kinerja

Mobile Manager Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

Mobile Manager Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

Asus Zenfone 2 Laser menggunakan Android 5.0.2 Lollipop saat saya nyalakan dengan software bernomor kernel WW_12.8.5.172_20151128. Namun begitu ponsel ini terkoneksi ke internet, notifikasi software baru langsung muncul. Saya duga itu adalah Android 6.0 Marshmallow, karena ponsel ini sudah menerima update perangkat lunak dari Asus.

Kinerjanya, Zenfone 2 Laser ZE500KG menggunakan Snapdragon 410 MSM8916, jadi bukan Intel Pentium seperti varian Asus Zenfone 2 lainnya. Chipset ini didalamnya tertanam prosesor quad-core 1.2GHz Cortex-A53 dan GPU Adreno 306, dan dibantu RAM 2GB.

Saat saya bandingkan dengan Galaxy Grand 2 Duos yang sama, kinerja Zenfone 2 Laser ZE500KG memang lebih lancar. Tak heran karena Zenfone 2 Laser ini memiliki RAM yang lebih lapang ( Zenfone 2 2GB:1GB Grand 2), dan chipsetnya setingkat lebih baik.

Penggunaan RAM bisa dengan mudah dipantau melalui aplikasi Asus Mobile Manager dan sangat transparan, termasuk penggunaan dan sisa RAM maupun baterai dan data internet sehingga kita tau berapa data yang sudah kita habiskan dalam periode waktu tertentu untuk aplikasi yang berbeda.

Sayangnya, ponsel begitu mudah panas. Sehingga saat anda menggunakan ponsel ini, misalnya menggunakan kamera dalam waktu yang lama, suhu ponsel anda akan mulai meningkat, meskipun tidak sampai membuat tangan anda melepuh, namun cukup untuk membuat anda merasa tidak nyaman.

Benchmark Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

Benchmark Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL

Berikut benchmark Zenfone 2 Laser ZE500KG menggunakan GeekBench 3.

Intinya, Zenfone 2 Laser ZE500KG bisa dibilang cukup mumpuni, menggunakan chipset 64-bit dari Qualcomm. Ponsel ini bisa dengan mulus mengeksekusi berbagai aplikasi, namun jangan berharap bisa ngacir, tapi tak juga terlalu lelet. Hanya saja memang ada lag saat anda membuka aplikasi-aplikasi berat.

Plus:
– Chipset sudah 64-bit

Minus:
– Gampang panas, namun tidak terlalu mudah juga.

Kamera Mantap

Kamera Utama

Kamera utamanya secara fisik beresolusi 13MP dengan bukaan f/2.0 berfitur laser autofocus dan lampu flash dual-LED dual-tone. Namun secara fitur didalamnya, di mode potret anda bisa memanfaatkan beberapa fitur seperti mengatur keseimbangan putih, ISO, nilai pencahayaan dan pengoptimalan. Selain itu juga terdapat juga mode HDR. Bahkan tersedia mode manual. Namun kecepatan fokus sedikit lebih lambat, bahkan tidak lebih cepat ponsel kuno saya, Galaxy Grand 2 Duos. Hanya saja, autofocus Zenfone 2 Laser memang lebih stabil.

Mode video, anda  juga bisa mengatur kualitas video, stabilisasi, preferensi, lokasi, modus hemat daya, fungsi tombol volume untuk kamera, kecerahan pintar dan berbagai modus.

Kamera Depan

Beralih dari kamera belakang ke kamera depan yang beresolusi 5MP dilakukan dengan cepat nyaris tanpa jeda. Modus yang tersedia lebih sedikit dari kamera utama. Hasil gambar pun cukup cerah, tentu saja kualitasnya jangan dibandingkan dengan kamera utamanya.

Plus:
– 13MP didampingi laser autofocus dan lampu flash dual-LED dual-tone.

Minus
– Fokusnya tidak terlalu cepat.

Hiburan Ngegantung

Musik

Musik dimainkan dengan baik, meski suaranya tergolong kecil. Untuk pemutar musiknya selain beberapa fitur standar, juga memiliki banyak fitur seperti mengedit informasi file musik, edit lirik, ekualiser, time sleep. Namun fitur yang lebih banyak tentu akan anda dapatkan jika menggunakan aplikasi pihak ketiga.

Video

Pemutar video bersatu dengan galeri, yang juga menggabungkan foto dan video. Bicara soal video, kemampuan pemutar video standar Zenfone 2 Laser cukup baik. Video player-nya bisa mengeksekusi file berformat tak biasa seperti MKV. Namun fitur ini bisa dibilang tidak sempurna alias cuma setengah-setengah karena tidak disandingkan dengan kemampuan membuka subtitle. Jika anda menonton video berbahasa bule, maka anda harus mencari video hardsub, karena pemutar videonya tidak bisa membuka subtitle softsub, atau subtitle dari file terpisah. Alternatifnya, anda unduh saja aplikasi pemutar video pihak ketiga dari Google Play Store.

Selain itu, saat anda membuka video MKV, video sama sekali tidak bisa dipercepat ke menit tertentu. Jika anda paksa, video yang sudah anda tonton akan kembali ke menit awal. Video MP4 yang diunduh dari Youtube pun tidak berhasil di eksekusi pemutar video bawaan Zenfone 2 Laser. Volume suaranya saat memutar video MKV juga tidak terlalu keras sehingga kita harus pasang telinga dengan benar. Ehh… 😀

Konektivitas

Konektivitas ponsel ini baik, meski tidak bisa dibilang yang terbaik untuk rentang harga ini. Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot,  Bluetooth 4.0 dengan v4.0 A2DP dan EDR, GPS dengan GLONASS dan microUSB 2. Terbilang standar,  kecuali ponsel ini sudah mendukung 4G LTE untuk akses internet berkecepatan tinggi, meski masih Cat.4 dengan kecepatan maksimal 150Mbps download dan 50 Mbps upload.

Baterai

Selama melakukan review ini, baterai ZE500KL menghabiskan baterai 15% menjadi 85% dari awalnya terisi penuh. Saat digunakan menonton video selama 24 menit, baterai dari 85% terkonsumsi sebanyak 3% menjadi 82%. Itu artinya, konsumsi baterai ponsel ini cukup hemat, terutama buat penggunaan biasa.

Berbagai pengoptimalan baterai bisa anda temukan di aplikasi Power Saver yang tersedia mode Performa, Normal, Hemat Daya, Hemat daya super, dan bahkan kita bisa kustom sendiri.

Kesimpulan

Dibalik desainnya yang tampil beda, kelemahan justru datang dari desain itu sendiri. Ya, bodi ponsel ini terbuat dari material plastik  yang sangat mudah tergores. Sehingga lebih disarankan bagi anda untuk menggunakan case tambahan. Sidik jari sangat mudah tertinggal di layarnya, bahkan di sisi belakang ponsel ini.

Saat tangan berkeringat, anda akan melihat sisi belakang ponsel ini sangat kotor bekas keringat yang bercampur dengan kotoran. Kinerjanya juga tidak bisa dibilang yang terbaik, karena masih ada yang lebih murah diluar sana dengan spesifikasi yang sama (Redmi 2 misalnya).

Namun jika anda mencari kemampuan kamera mumpuni dengan layar yang cukup lebar namun masih tetap nyaman dalam genggaman, Asus Zenfone 2 Laser merupakan pilihan yang tepat. Belum lagi dukungan sistem operasi Android teranyar, Android Marshmallow menjamin banyak aplikasi bisa dijalankan ponsel ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *